Laut : Pengertian Jenis dan Manfaat Laut

Monday, January 4th, 2016 - Geografi
Advertisement

Laut – Laut adalah sekumpulan air yang sangat luas di permukaan bumi yang memisahkan atau menghubungkan suatu benua atau pulau dengan benua atau pulau lainnya. Laut yang sangat luas disebut samudera. Jadi, dapat dikatakan bahwa laut merupakan bagian dari samudera. Umumnya perairan laut merupakan massa air asin dengan kadar garam cukup tinggi (rata-rata 3,45%). Laut memiliki sumber daya alam yang melimpah dan sampai saat ini belum dapat dimanfaatkan atau dikelola semuanya. Bumi memiliki lima samudera, yaitu Samudera Pasifik, Atlantik, Hindia, Antartika, dan Artik. Lautan di bumi memiliki luas kira-kira 361.000.000 km2. Jadi lebih dari 70% luas permukaan bumi dengan kedalaman rata-rata 3.730 m. Ilmu yang mempelajari laut atau lautan disebut Oceanografi. Objek yang dipelajarinya, adalah mengenai keadaan fisik airnya, gerakannya, kedalamannya, kualitas airnya, pasang naik, pasang surut, dan lain-lain.

laut

Zona pesisir dan pantai

Pantai (shore atau beach, dalam bahasa Inggris) adalah kenampakan alam yang menjadi batas antara wilayah yang bersifat daratan dengan wilayah yang bersifat lautan. Wilayah pantai dimulai dari titik terendah air laut pada saat surut hingga arah ke daratan sampai batas jauh gelombang atau ombak menjangkau daratan. Tempat pertemuan antara air laut dengan daratan tadi dinamakan garis pantai (shore line). Garis pantai ini setiap saat berubahubah sesuai dengan perubahan pasang-surut air laut. Bentuk pantai ada yang landai dan ada pula yang terjal. Di Indonesia, bentuk pantai landai umumnya menghadap ke laut pedalaman, misalnya pantai utara Pulau Jawa. Sedangkan bentuk pantai terjal (cliff), umumnya menghadap ke laut lepas (Samudera) atau di daerah pengangkatan akibat tektonik lempeng. Pesisir adalah suatu wilayah yang lebih luas daripada pantai. Wilayahnya mencakup wilayah daratan yang masih mendapat pengaruh laut (pasang-surut, suara deburan ombak, rembesan air laut di daratan) dan wilayah laut sejauh masih masih mendapat pengaruh dari darat (aliran air sungai dan sedimentasi dari darat). Menurut Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL), batas wilayah pesisir ialah daerah yang masih ada pengaruh kegiatan bahari dan sejauh konsentrasi permukiman nelayan. Wilayah pesisir dan Lautan Indonesia juga kaya akan bahan tambang dan mineral, seperti minyak dan gas, timah, biji besi, bauksit, dan pasir kwarsa. Wilayah pesisir dan lautan termasuk prioritas utama untuk pusat pengembangan industri pariwisata.

Proses terjadinya Dangkalan Sunda dan Dangkalan Sahul

Sekitar dua juta tahun yang lalu, pada mulanya Kepulauan Indonesia bagian barat merupakan satu daratan dengan benua Asia. Begitu pula Kepulauan Indonesia bagian timur, khususnya Papua pernah berupa satu daratan dengan benua Australia. Pada waktu terjadi pemanasan global di bumi maka es yang ada di daerah kutub bumi pada mencair. Hal ini menyebabkan naiknya permukaan air laut di permukaan bumi. Akibatnya air laut menggenangi bagian-bagian daratan yang rendah, sedangkan bagian-bagian yang tinggi membentuk pulaupulau yang terpisah dari benua Asia dan Australia. Dengan demikian, kepulauan Indonesia bagian barat yang pernah menjadi satu daratan dengan benua Asia menjadi terpisah, atau disebut Dangkalan Sunda. Begitu pula kepulauan Indonesia bagian timur yang pernah menjadi satu daratan dengan benua Australia menjadi terpisah, sehingga disebut Dangkalan Sahul.

Klasifikasi laut

Laut sebagai salah satu bentangan hidrosfer, memperlihatkan adanya perbedaan yang dapat dikelompokkan berdasarkan karakteristiknya.

  1. Berdasarkan proses terjadinya. Berdasarkan proses terjadinya, laut dapat dibedakan atas tiga macam, yaitu sebagai berikut: 1) Laut transgesi, adalah laut yang terjadi sebagai akibat naiknya transgesi yang biasanya kurang dari 200 meter. Oleh karena itu, laut ini sering juga disebut laut dangkal. 2) Laut ingresi, adalah laut yang terjadi karena adanya penurunan bagian permukaan bumi (degradasi). Kedalaman laut ingresi biasanya lebih dari 200 meter, sehingga laut ingresi dikenal sebagai laut dalam. 3) Laut regresi, adalah laut yang terjadi sebagai akibat proses pengendapan lumpur sungai (sedimen fluvial).
  2. Berdasarkan letaknya. Berdasarkan letaknya, laut dapat dibedakan sebagai berikut: 1) Laut tepi, yaitu laut yang terletak ditepian benua yang seolah-olah terpisah dari lautan oleh deretan pulau-pulau dan semenanjung. Contohnya Laut Cina Selatan, Laut Jepang, dan Laut Bering; 2) Laut pertengahan, adalah laut yang terletak diantara benua-benua. Biasanya merupakan wilayah laut dalam. Contoh: Laut Mediteran yang terletak diantara Benua Eropa-Asia dan Afrika;3) Laut pedalaman, adalah laut yang terletak di tengah-tengah benua atau hampir seluruhnya dikelilingi daratan. Contoh: Laut Kaspia, Laut Baltik, Laut Mati, dan Laut Hitam.
  3. Berdasarkan kedalamannya. Berdasarkan kedalamannya, laut dapat dibedakan atas beberapa macam, yaitu sebagai berikut: 1) Zone litoral adalah wilayah laut yang pada saat terjadinya pasang naik tertutup oleh air laut dan ketika air laut surut wilayah ini menjadi kering. Zona ini sering disebut sebagai wilayah pasang surut. 2) Zona neritik adalah wilayah laut mulai zona pasang surut sampai kedalaman 200 meter. Zona ini merupakan tempat terkonsentrasinya biota laut, terutama berbagai jenis ikan. Zona neritik sering disebut wilayah laut dangkal. 3) Zona batial adalah wilayah laut yang merupakan lereng benua yang tenggelam di dasar samudera. Kedalaman zona ini berkisar di atas 200 meter – 2000 meter. 4) Zona abisial adalah wilayah laut yang merupakan wilayah dasar samudra. Kedalamannya di atas 2000 meter, dan jenis biota yang ada pada zona ini terbatas.
  4. Berdasarkan wilayah kekuasaan Berdasarkan Konvensi Hukum Laut Internasional yang ditetapkan di Jenewa (1958) Montevideo (1982), perairan laut suatu negara meliputi laut teritonial, zone ekonomi eksklusif (ZEE), dan landas kontinen.

Laut teritorial

Laut teritorial adalah wilayah laut yang berada di bawah kedaulatan suatu negara. Batas laut teritorial ditarik dari garis dasar pantai pulau terluar ke arah laut bebas sejauh 12 mil laut. Jika lebar laut antara pantai dua negara kurang dari 24 mil, maka batas laut teritorial ditetapkan dengan cara membagi dua jarak antara pantai dua negara yang bersangkutan. Perairan laut di luar batas 12 mil disebut laut lepas atau laut bebas.

Zone Ekonomi Eksklusif (ZEE)

Zona Ekonomi Eksklusif merupakan wilayah perairan laut ekonomis suatu negara, tetapi berada di luar laut teritorial, selebar 200 mil laut di tarik dari garis dasar pantai pulau terluar ke arah laut bebas. Di dalam batas ZEE, negara yang bersangkutan memiliki prioritas untuk mengeksplorasi dan mengeksploitasi sumberdaya alam (hayati dan non hayati) yang terdapat di permukaan, di dalam dan di dasar laut.

Landas kontinen

Landas kontinen adalah bagian dari benua yang terendam oleh air laut. Wilayah ini merupakan zone neritik dengan kedalaman antara 130-200 meter. Batas landas kontinen diukur dari garis dasar ke arah laut dengan jarak paling jauh 200 mil laut. Jika terdapat dua negara yang berdampingan pada batas landas kontinen maka batas laut akan dibagi dua sama jauh dari garis dasar masing-masing negara. Pada landas kontinen, suatu negara memiliki hak dan wewenang untuk memanfaatkan sumberdaya alam yang terkandung di dalamnya, seperti ikan dan barang tambang.

Sebagai negara kepulauan (archipelago state) yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia (61.000 krn), Indonesia memiliki ketiga macam wilayah perairan tersebut di atas. Indonesia telah membuat perjanjian internasional (konvensi, traktat) dengan Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Australia. Batas wilayah laut teritorial, ZEE dan Landas Kontinen Indonesia dengan negara-negara tersebut berimpit pada satu garis yang sama. Selain itu Indonesia telah membuat perjanjian batas ZEE dan landas kontinen dengan India di laut Andaman dan dengan Australia di Laut Arafura dan laut Timor.

Bentuk-bentuk morfologi dasar laut

Bentuk dasar laut tak ubahnya seperti bentukan yang ditemukan di darat, seperti dataran rendah dan tinggi, pegunungan, lembah, dan sebagainya. Di dasar laut terdapat beberapa bentuk relief dasar laut yang dapat digolongkan ke dalam beberapa kelompok, yaitu sebagai berikut.

  1. Paparan benua (Shelf), yaitu dasar laut dangkal yang melandai dengan kedalaman rata-rata 200 m, dan terletak di sepanjang pantai suatu benua. Contoh: Paparan Sunda.
  2. Palung laut (Trench), yaitu dasar laut yang dalam dan sempit dengan dinding yang curam membentuk corong dan memanjang, dengan kedalaman lebih dari 5000 m.
  3. Lubuk laut (Bekken), yaitu dasar laut yang bentuknya cekung.
  4. Gunung Laut, yaitu gunung yang dasarnya terdapat di dasar laut, baik yang menjulang diatas permukaan laut atau tidak.
  5. Punggung laut, yaitu punggung pegunungan di dasar laut.
  6. Atol, yaitu karang di laut yang bentuknya seperti cincin besar.
  7. Laguna, yaitu bagian laut dangkal di tengah atol.
  8. Gerakan air laut

Jika kebetulan kamu pergi atau piknik ke kawasan pantai, coba perhatikan gerakan air laut! Apakah gerakannya selalu sama? Tentunya tidak. Sebab, gerakan air laut ada yang berupa gelombang laut dan ada pula berupa arus laut. Di mana letak perbedaan kedua bentuk gerakan air laut ini? Untuk mengetahui jawabannya simaklah uraian berikut ini.

Gelombang laut

Gelombang laut adalah alunan permukaan air yang ditimbulkan oleh angin (gelombang yang terjadi di permukaan air laut atau danau). Contoh: gelombang yang terjadi pada pergeseran antara air-pasir, angin-pasir dan angin-air.

Hembusan angin sepoi-sepoi pun dapat menimbulkan riak gelombang dan bila terjadi angin badai dapat menimbulkan gelombang besar, demikian juga bila terjadi gempa di dasar laut akan menimbulkan gelombang. Bila gempanya hebat akan menimbulkan gelombang yang besar dinamakan Tsunami, seperti yang terjadi di Aceh (2004), Flores (1993), dan Pangandaran, Jawa Barat (2006). Ledakan gunung berapi di dasar laut pun bisa menyebabkan gelombang, seperti terjadi tahun 1883 pada waktu Gunung Krakatau meletus.

Gelombang laut dapat dibedakan atas dua macam, yaitu sebagai berikut.

  • Gelombang yang tidak bergerak ke arah horizontal (mendatar). Butir-butir air hanya bergerak membentuk sebuah lingkaran, bergerak maju pada puncak, naik di bagian muka pada lembah dan turun di bagian belakang gelombang, walaupun sebenarnya butir-butir itu juga bergerak tetapi sedikit, karena kecepatan gerak maju di puncak lebih besar daripada kecepatan mundur di lembah gelombang, sehingga setelah menempuh satu putaran, titik itu tidak kembali tepat pada titik semula, melainkan agak ke depan sedikit.
  • Gelombang yang airnya bergerak maju. Butir-butir air yang terletak di permukaan berbentuk parabola, sedangkan yang lebih ke bawah dari permukaan, gerakannya lebih mendatar, bahkan yang terletak pada dasar gelombang bergerak lurus. Gelombang ini dipengaruhi langsung oleh angin. Bila gelombang bergerak ke daerah yang berangsur-sngsur mendangkal, maka kecepatan menurun, panjangnya berkurang dan bentuknya tidak simetris lagi karena lereng bagian depan lebih curam daripada bagian belakangnya, sehingga puncak gelombang itu jatuh mendahului lerengnya yang disebut breaker.

Arus laut

Arus laut adalah gerakan air laut yang mempunyai peredaran tetap atau tidak. Pada umumnya arus laut disebabkan oleh pengaruh angin, perbedaan kadar garam air laut, perbedaan suhu, pasang naik dan pasang surut air laut dan mengisi daerah yang ditinggalkan arus (arus kompensasi atau arus pengisi). Arah arus dinyatakan dengan arah ke mana arus itu bergerak. Contohnya: arus timur adalah arus yang arahnya ke timur; arus utara adalah arus yang arahnya ke utara.

Menurut temperaturnya, arus laut dapat dibedakan menjadi dua macam arus, yaitu:

  • Arus panas adalah arus yang temperaturnya lebih tinggi daripada daerah yang didatanginya.Contohnya: Arus Teluk, Arus Kuro Siwo, Arus Brasilia
  • Arus dingin adalah arus yang temperaturnya lebih rendah daripada daerah yang didatanginya. Contohnya: Arus Labrador, Arus Benguela.

Dari perbedaan arus tersebut, menunjukkan adanya macam-macam arus laut dan gerakannya di tiga Samudera yang ada di dunia. Perlu kamu ketahui juga tentang arus laut apa saja yang terdapat di Indonesia, sebagai berikut.

  • Arus laut angin muson. Arus laut ini terjadi karena adanya pengaruh angin musim, yang setiap setengah tahun sekali berubah arah. Dalam bulan April-Oktober di Indonesia berhembus angin musim tenggara yang datang dari arah Benua Australia menuju Benua Asia, setelah sampai ke garis khatulistiwa angin berbelok ke arah timur. Sebaliknya pada bulan Oktober-April untuk Indonesia sebelah utara khatulistiwa angin berhembus dari arah timur laut dan setelah sampai di khatulistiwa angin berhembus ke arah tenggara. Arah arus laut pada dasarnya searah dengan arah hembusan angin, tetapi bentuk pantai pun mempengaruhi arah arus laut.
  • Arus pengisi tegak atau konveksi. Arus ini terjadi sebagai akibat adanya perbedaan suhu dasar dan permukaan air laut. Perbedaan ini menimbulkan peredaran air mengalir dari daerah yang temperaturnya lebih rendah ke daerah yang temperaturnya lebih tinggi (panas).

Arus pasang surut

Arus ini terjadi karena adanya pasang naik dan pasang surut air laut di samudera-samudera di sekitar Indonesia. Jika Samudra Hindia mengalami pasang naik maka akan terjadi arus selat Sunda, Bali, Lombok menuju ke Laut Jawa dan demikian sebaliknya bila terjadi pasang surut di Samudera Hindia.

Adapun manfaat arus laut bagi kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:

  •  Arus musim dipergunakan untuk para nelayan bepergian dan pulang kembali, terutama untuk para nelayan yang masih mempergunakan perahu layar.
  • Arus konveksi menyebabkan peredaran (sirkulasi) air. Hal ini mempengaruhi pengangkutan bahan makanan yang berpengaruh pula terhadap pengumpulan ikan.
  • Untuk masa yang akan datang, arus laut dapat dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
  •  Menyebarkan tumbuh-tumbuhan, misalnya kelapa dapat terbawa arus ke tempat lain, dihempaskan ke pantai dan kemudian tumbuh di tempat itu.
  •  Arus laut memengaruhi iklim, umpamanya di Eropa Barat banyak hujan karena pengaruh Arus Teluk (Gulf Stream) yang panas.

Pasang naik dan pasang surut

Pasang naik dan pasang surut air laut adalah naik dan turunnya air laut secara beraturan waktunya (periodik), yaitu pada periode 24 jam 50 menit di setiap tempat di bumi mengalami dua kali pasang naik dan dua kali pasang surut.

Pasang naik dan pasang surut air laut disebabkan gravitasi (gaya tarik) bulan dan matahari terhadap bumi. Walaupun bulan ukurannya jauh lebih kecil daripada matahari, tetapi pengaruhnya lebih besar karena letak bulan jauh lebih dekat ke bumi daripada ke matahari. Ada dua macam pasang surut air laut, yaitu: a) Pasang purnama (Spring tide) yaitu pasang naik dan surut yang besar yang terjadi pada awal bulan dan pertengahan bulan (bulan purnama); b) Pasang perbani (Neap tide), yaitu pasang naik dan surut terendah. Ini terjadi pada waktu bulan seperempat dan tiga perempat, matahari dan bulan terletak pada posisi yang membentuk sudut siku-siku (90°) satu sama lain, hingga pada kedudukan ini gaya tarik gravitasi matahari melemahkan gaya tarik bulan.

Walaupun tanah air kita sebagian besar terdiri atas lautan yang di dalamnya tersebar kekayaan alam, tetapi sampai saat ini belum bisa dieksploitasi secara maksimal demi pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Teknologi yang kita miliki belum cukup untuk bisa mengarungi lautan, apalagi menggali kekayaan alamnya. Selain itu, orientasi mata pencaharian penduduknya secara budaya masih di daratan. Padahal kesempatan berusaha di laut masih sangat besar dan luas.

Salinitas air laut

Tentunya kamu sudah mengetahui rasanya air laut, bukan! Ya, memang asin rasanya. Air laut rasanya asin dan agak kepahit-pahitan. Hal ini disebabkan air laut kaya akan kandungan garam-garaman. Berdasarkan pada susunan kimiawi dan salinitasnya, susunan garam-garaman air laut adalah sebagai berikut:

  • NaCl       : 77,75%
  • K2SO4   : 2,46%
  • MgCl2   : 10,78%
  • Mg Br2  : 0,21%
  • Mg SO4 : 4,73%
  • Ca SO4  : 3,69%
  • CaCO3 dan garam-garaman lain : 0,34%

Jika diketahui rata-rata kadar garam air laut 3,5%, artinya setiap 1 kg air laut mengandung garam 35 gram. Menurut perkiraan volume air laut adalah 1.500.000.000 km3, maka volume garam padatnya adalah 20.000.000 km3, dan beratnya lebih dari 40.000.000.000.000.000 ton. Setiap tahun kadar garam air laut terus bertambah karena sungai-sungai di seluruh dunia setiap tahunnya mengangkut garam sebanyak 40.000.000 ton. Kadar garam air laut tidak sama di setiap daerah, sebab tergantung pada beberapa faktor yang mempengaruhinya, sebagai berikut:

  • Besar kecilnya penguapan. Makin besar penguapan air laut, kadar garamnya makin tinggi. Contoh: Laut Kaspia.
  • Banyak sedikitnya curah hujan. Makin banyak curah hujan, makin rendah kadar garamnya. Contohnya: Laut-laut di Indonesia.
  • Banyak sedikitnya air tawar dari sungai yang masuk. Masuknya air tawar menyebabkan rendahnya salinitas. Contohnya: Laut Jawa, banyak sungai-sungai yang bermuara di laut ini seperti Sungai Asahan, Sungai Rokan, Sungai Kampar, Sungai Indragiri, Sungai Batanghari, Sungai Musi, Sungai Kapuas, Sungai Barito, Sungai Citarum, Sungai Cimanuk, Sungai Ciliwung, Kali Solo.
  •  Banyak sedikitnya cairan es yang masuk ke dalam laut. Ini terjadi di daerah yang mengalami musim dingin. Contohnya: Laut Baltik di Eropa Utara.

Arus laut

Dengan adanya arus laut terjadi percampuran kandungan garam, sehingga kadar garamnya lebih merata.

Suhu atau temperatur air laut

Suhu air laut adalah suatu faktor yang amat penting bagi kehidupan organisma di lautan, sebab suhu mempengaruhi perkembangan organismaorganisma tersebut. Umpamanya tumbuhnya binatang karang yang penyebarannya sangat dibatasi oleh perairan yang hangat yang terdapat di daerah tropik atau subtropik. Suhu air laut di permukaan bumi menunjukkan ada perbedaanperbedaan walupun tidak besar, seperti suhu air di Samudera Atlantik ratarata 16,9° C; suhu air di Samudra Hindia rata-rata 17,0° C; dan suhu air di Samudra Pasifik rata-rata 19,1° C Rata suhu air laut di dunia 17,4°C. Suhu permukaan air laut di Indonesia sekitar 26,3° C. Hal ini menunjukkan bahwa suhunya lebih tinggi daripada suhu rata-rata air laut di dunia. Hal ini disebabkan Indonesia terletak di daerah tropika, sehingga kedudukan matahari selalu tinggi. Makin ke dalam, suhu air laut makin dingin karena pengaruh sinar matahari. Suhu yang lebih tinggi menyebabkan tumbuhan laut tumbuh dengan subur. Keberadaan tumbuhan ini jelas sangat penting sekali bagi kehidupan ikan-ikan.

Warna air laut

Kalau kita perhatikan, pada umumnya warna air laut pasti berwarna biru. Apakah memang seperti demikian halnya? Keadaan warna air laut bergantung pada beberapa faktor, sebagai berikut.

  • Tergantung pada zat larutan organisme atau zat lain yang terdapat di dalam air. Contoh: Laut Merah airnya kadang-kadang kelihatan merah darah karena banyak ganggang laut (algen) yang sifatnya memantulkan warna merah dari sinar matahari. Laut kuning (RRC) warnanya kuning karena air lautnya mengandung butiran-butiran tanah loss yang warnanya kuning, yang terbawa oleh air sungai Hoang Ho di daratan Cina yang melalui Gurun Gobi.
  • Bergantung pada warna dasar lautnya. Laut Hitam (sebelah utara Turki) air lautnya kelihatan hitam karena dasar laut itu warnanya hitam. Di laut dangkal (Zone literal), air laut warnanya hijau karena di daerah ini banyak tumbuh-tumbuhan laut yang berwarna hijau. Warna biru air laut disebabkan oleh pemantulan warna biru dari sinar matahari. Warna ini dipantulkan karena warna ini bergelombang pendek. Juga pantulan warna langit.

Mengukur kedalaman laut

Untuk mengukur kedalaman laut ada dua cara yaitu melalui metode batu duga dan gema duga. Metode batu duga, yaitu dengan cara yang sederhana dan telah lama dipergunakan. Prinsip dari alat ini adalah sebuah tali yang dibebani dengan timah yang berat, lalu diturunkan ke dasar laut. Pengukuran dengan cara ini ada keuntungan dan kerugiannya. Keuntungannya adalah dapat mengetahui jenis organisma di dasar laut dan jenis sendimen dasar laut. Kerugiannya adalah memerlukan waktu lama, tidak dapat mengetahui dalamnya laut  secara tepat karena tali tersebut tidak bisa berdiri tegak lurus akibat pengaruh air laut; dan tidak bisa mengetahui relief dasar laut.

Pengukuran kedalaman laut melalui metode gema duga sudah digunakan sejak tahun 1920. Prinsip kerjanya adalah menggunakan kecepatan rambat suara atau bunyi dalam air yaitu dengan menghitung waktu berangkat dan waktu kembalinya gema suara atau bunyi. Jika diketahui waktu berangkat dan kembalinya dan kecepatan rambat pada air maka kedalaman laut dapat ditentukan. Kecepatan rambat bunyi atau suara dalam air adalah 1500 m /detik.

Cara gema duga ini mempunyai keuntungan dan kerugian. Keuntungannya, antara lain waktunya singkat (praktis), kapal tidak perlu berhenti, dapat mengetahui kedalaman laut secara tepat, dapat diketahui relief dasar laut. Kerugiannya adalah tidak dapat mengetahui endapan atau sedimen dasar laut, tidak dapat mengetahui temperatur air laut pada kedalaman tertentu, tidak dapat mengetahui perubahan temperatur atau suhu air laut, salinitas, dan tekanan air. Karena unsur-unsur tersebut di atas dapat mempengaruhi kecepatan rambat bunyi.

Manfaat laut bagi kehidupan

Laut banyak memberikan manfaat bagi kehidupan manusia di antaranya sebagai sumber bahan makanan dan mineral. Misalnya, garam untuk keperluan memasak, rumput laut dapat digunakan untuk pembuatan agar-agar, ikan laut merupakan sumber bahan makan dengan protein yang tinggi, karbonat diambil dari sebangsa lumut (potash), fosfat berasal dari tulang-tulang ikan dan kotoran burung yang makanannya ikan dapat dimanfaatkan untuk pupuk

Sumber daya nabati dari tumbuhan laut yaitu plankton, nekton, phytopankton, dan benthos. Plankton adalah gabungan dari jasad-jasad hewan dan tumbuhan bersel satu, tidak dapat bergerak sendiri tetapi mengapung di permukaan atau dekat permukaan air laut. Phytoplankton adalah plankton jenis tumbuh-tumbuhan yang hidup pada kedalaman tidak lebih dari 100 m, karena membutuhkan sinar matahari untuk proses fotosintesa. Nekton adalah gabungan dari binatang-binatang yang dapat berenang terutama binatang laut, misalnya ikan, cumi-cumi, gurita, dan lain-lain. Benthos adalah organisme laut yang hidupnya terikat pada dasar laut. Ada yang hidup merangkak pada dasar laut, misalnya cacing laut, tiram, remis, dan lain-lain. Ada yang menempel pada dasar laut, misalnya rumput laut, ganggang, dan bunga karang.

Di tepian laut terdapat ekosistem pantai yang merupakan tatanan sebuah kesatuan lingkungan pantai secara utuh dengan segenap unsur lingkungan hidup yang mempengaruhinya. Ekosistem pantai memiliki arti penting sebagai tempat berkembang biaknya berbagai jenis biota laut, tanaman bakau (mangrove) dan juga sebagai sarana pelestarian pantai dari ancaman abrasi air laut.

Adapun ekosistem di pantai terdiri atas beberapa macam, yaitu sebagai berikut:

  1. Lingkungan abiotik, yaitu lingkungan bersifat tidak hidup yang dapat digunakan makhluk hidup. Contohnya, matahari, air, tanah, dan udara.
  2. Produsen makanan, yaitu tumbuhan atau makhluk hidup yang memproduksi bahan makanan bagi makhluk hidup lainnya.
  3. Konsumen, yaitu makhluk hidup pemangsa makhluk hidup lainnya. Contohnya, manusia, dan hewan.
  4. Organisme pembusuk, yaitu makhluk penghancur tumbuhan dan hewan yang telah mati melalui proses pembusukan.[is]

Tags:

laut, pengertian laut, laut yang terjadi akibat dasar laut mengalami penurunan karena tenaga tektonik menurut terjadinya disebut laut, laut adalah, pengertian laut dan manfaatnya, www ilmusocial com/ laut/, manfaat laut teritorial, kenampakan lautan, Materi geografi tentang laut indonesia, pangertian laut litoral
Advertisement
Laut : Pengertian Jenis dan Manfaat Laut | admin | 4.5
Leave a Reply